Minimnya konsistensi performa Real Madrid Mulai beberapa pekan terakhir memunculkan kekhawatiran di internal klub. Serangkaian hasil buruk bukan hanya memengaruhi posisi tim di kompetisi, tetapi juga berdampak pada proses penentuan pelatih masa depan. Xabi Alonso, yang sebelumnya menjadi kandidat terkuat sebagai penerus Carlo Ancelotti, kini mulai diragukan oleh sebagian petinggi klub setelah penurunan performa yang dialami oleh tim yang ia latih saat ini.
Latar Belakang: Alonso Awalnya Favorit Utama
Xabi Alonso beberapa bulan terakhir disebut-sebut sebagai pilihan paling ideal untuk menukangi Real Madrid di masa depan.
Alasannya jelas:
-
Ia adalah mantan gelandang kunci Los Blancos.
-
Memiliki filosofi permainan modern yang menarik.
-
Sukses membawa Bayer Leverkusen tampil luar biasa pada musim sebelumnya.
-
Dianggap sebagai pelatih muda visioner yang mampu memimpin era baru Madrid.
Namun, reputasi tersebut kini mulai diguncang oleh serangkaian hasil mengecewakan.
Penurunan Performa Real Madrid dan Leverkusen
Hasil buruk Real Madrid terjadi di momen krusial, termasuk pertandingan melawan tim-tim yang secara kualitas berada di bawah mereka. Kebobolan di menit akhir, buruknya penyelesaian akhir, hingga rapuhnya organisasi pertahanan menjadi akar masalah.
Di saat yang hampir bersamaan, Leverkusen yang diasuh Xabi Alonso juga mengalami kemunduran:
-
Mereka kehilangan poin dalam beberapa pertandingan liga.
-
Penampilan dominan di lini tengah tidak sekuat sebelumnya.
-
Efektivitas serangan menurun drastis.
-
Kesalahan individu meningkat, mengindikasikan penurunan fokus.
Performa Alonso sebelumnya dianggap sebagai bukti kesiapan dirinya melatih klub sebesar Madrid. Namun ketika konsistensi hilang, keraguan pun muncul.
Faktor-faktor yang Membuat Real Madrid Ragu
Beberapa pertimbangan muncul di jajaran direksi Real Madrid (fiktif):
Keraguan Terkait Kesiapan Menghadapi Tekanan
Real Madrid adalah klub dengan tekanan terbesar di dunia. Petinggi klub khawatir Alonso belum cukup teruji dalam mengelola skuad bergengsi dengan ekspektasi juara di semua kompetisi.
Pengalaman Pelatih yang Masih Relatif Minim
Meski performanya impresif, karier Alonso sebagai pelatih masih singkat.
Madrid mempertimbangkan bahwa proyek jangka panjang membutuhkan pelatih yang telah menghadapi situasi sulit berulang kali, bukan hanya musim impresif yang kemudian goyah.
Risiko Keputusan Emosional
Alonso adalah legenda klub, namun Real Madrid Mulai berhati-hati agar keputusan pemilihan pelatih tidak didorong oleh nostalgia. Hasil buruk terbaru menjadi alasan kuat untuk menilai Alonso secara objektif, bukan emosional.
Stabilitas dan Visi Jangka Panjang
Madrid ingin pelatih berikutnya mampu mempertahankan stabilitas tim di tengah regenerasi pemain, termasuk memaksimalkan potensi pemain muda.
Penurunan performa Leverkusen menimbulkan pertanyaan:
Apakah Alonso sudah siap memimpin proyek sebesar dan serumit Madrid?
Kandidat Lain Mulai Dipertimbangkan
Sementara keraguan terhadap Alonso meningkat, beberapa nama alternatif kembali menjadi pembahasan internal:
-
Zinedine Zidane: punya DNA Madrid dan pengalaman membawa tim meraih tiga Liga Champions.
-
Raul Gonzalez: sedang membangun reputasi sebagai pelatih Castilla dan dianggap paham kultur klub.
-
Pelatih-pelatih Eropa berpengalaman dari Premier League dan Serie A dengan rekam jejak kuat di level top.
Madrid tidak ingin terburu-buru, sehingga mereka membuka kembali diskusi mengenai berbagai kandidat potensial.
Faktor yang Masih Menguntungkan Alonso
Meski situasinya berubah, peluang Alonso belum hilang.
Filosofi permainan modern
Alonso membawa gaya bermain posisional modern yang sejalan dengan visi jangka panjang Madrid.
Kemampuan mengembangkan pemain
Di Leverkusen, ia terbukti mampu meningkatkan performa pemain muda—hal penting bagi Madrid yang sedang menata generasi baru.
Potensi bangkit masih besar
Penurunan performa dapat pulih cepat jika Alonso kembali menemukan formula terbaik.
Jika ia mampu membawa timnya melewati periode sulit ini, kepercayaan Madrid bisa pulih.
Segalanya Masih Dinamis
Situasi Real Madrid Mulai dinamis. Real Madrid sebagai klub besar selalu mempertimbangkan setiap detail sebelum menentukan pelatih baru. Keraguan terhadap Xabi Alonso merupakan cerminan tingginya standar klub, bukan penolakan final.













