Berita duka cita datang dari wilayah konflik Gaza. Direktur Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza, Dr. Marwan al-Sultan, meninggal dunia bersama istri, anak, dan keluarganya. Peristiwa tragis ini terjadi akibat serangan udara pada 2 Juli 2025. Kabar tersebut memicu gelombang kesedihan, baik di Palestina maupun di Indonesia. Banyak warga Indonesia merasa kehilangan karena ikatan kemanusiaan yang telah lama terjalin.
Serangan Udara dan Kronologi Peristiwa
Laporan dari otoritas Palestina menyebutkan bahwa serangan terjadi di utara Jalur Gaza. Wilayah tersebut adalah tempat tinggal Dr. Marwan bersama keluarganya. Serangan menghantam kompleks rumah mereka dan menyebabkan kerusakan parah. Tidak ada yang selamat dalam insiden tersebut.
Dr. Marwan dikenal sebagai sosok penting di RSI Gaza. Ia memimpin operasional rumah sakit yang dibangun oleh rakyat Indonesia. Rumah sakit itu berdiri berkat dukungan MER-C (Medical Emergency Rescue Committee).
Reaksi Pemerintah Indonesia
Menko Polhukam Budi Gunawan menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut. Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan terhadap fasilitas sipil dan tenaga medis. Dalam pernyataannya, pemerintah menekankan pentingnya mematuhi prinsip kemanusiaan internasional.
Indonesia menyerukan agar semua pihak yang bertikai melindungi warga sipil. Rumah sakit dan tenaga medis tidak boleh menjadi target dalam konflik bersenjata.
Peran Strategis RS Indonesia di Gaza
RS Indonesia di Gaza diresmikan pada tahun 2016. Pembangunannya dibiayai oleh sumbangan masyarakat Indonesia. Hingga kini, rumah sakit tersebut masih menjadi andalan pelayanan kesehatan di utara Gaza.
Selama konflik, RSI tetap beroperasi dan menangani ribuan pasien. Mulai dari korban serangan, pasien luka berat, hingga penyakit kronis. Dr. Marwan menjadi tokoh utama yang menjaga layanan medis tetap berjalan.
Dukungan dari Masyarakat Indonesia
Warga Indonesia menunjukkan solidaritas melalui berbagai cara. Di media sosial, banyak yang menyampaikan simpati dan doa. Organisasi kemanusiaan seperti MER-C, ACT, dan Dompet Dhuafa juga menyuarakan duka.
Tagar seperti #PrayForGaza dan #RSIndonesia kembali menjadi tren. Ini mencerminkan kepedulian yang tinggi dari rakyat Indonesia terhadap tragedi tersebut.
Kesimpulan
Kematian Dr. Marwan al-Sultan adalah berita duka cita dan kehilangan besar bagi dunia kemanusiaan. Ia mengabdikan hidupnya untuk membantu warga Gaza, bahkan di tengah konflik. Indonesia kehilangan sahabat, dan dunia kehilangan pejuang medis.
Semoga pengorbanan beliau dan keluarganya menjadi inspirasi. Kita semua berharap dunia lebih menghormati nilai-nilai kemanusiaan, bahkan saat perang sekalipun.












