Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), Iwan Setiawan Lukminto. Secara terbuka membantah tudingan bahwa perusahaan menyalahgunakan fasilitas kredit usaha untuk membeli tanah. Bantahan ini disampaikan menyusul munculnya pemberitaan yang menyoroti dugaan penyimpangan dalam penggunaan dana perbankan yang diperoleh Sritex.
Klarifikasi: Dana Kredit untuk Operasional, Bukan Properti
Dalam keterangannya. Iwan menegaskan bahwa seluruh dana pinjaman dari bank yang diperoleh oleh Sritex digunakan sepenuhnya untuk mendukung kegiatan usaha perusahaan. Bukan untuk kepentingan pribadi atau pembelian aset tidak produktif.
“Kami tegaskan, seluruh dana kredit digunakan untuk mendukung kegiatan usaha seperti pembelian bahan baku, pemeliharaan mesin, serta ekspansi operasional. Tidak ada satu rupiah pun yang digunakan untuk membeli tanah,” ujar Iwan.
Ia juga menjelaskan bahwa proses pencairan kredit dari bank selalu melalui verifikasi ketat dan pengawasan oleh lembaga keuangan terkait. Sehingga sangat kecil kemungkinan penyalahgunaan dana tanpa sepengetahuan pihak bank.
Latar Belakang Tuduhan: Spekulasi dan Ketidakpastian
Tudingan ini bermula dari rumor yang beredar di kalangan publik dan media sosial, yang menyebutkan bahwa Sritex menggunakan dana kredit usaha untuk membeli lahan yang tidak berkaitan dengan operasional bisnis. Rumor tersebut dengan cepat menyebar dan menimbulkan pertanyaan tentang tata kelola keuangan perusahaan.
Meski hingga saat ini tidak ada bukti konkret yang mendukung klaim tersebut. Perusahaan merasa perlu untuk meluruskan informasi yang dianggap menyesatkan dan berpotensi mencoreng nama baik perusahaan yang telah berdiri lebih dari 50 tahun.
Transparansi dan Audit Berkala
Sritex juga memastikan bahwa seluruh kegiatan keuangan perusahaan telah diaudit secara berkala, baik oleh auditor internal maupun pihak independen eksternal. Proses audit ini dilakukan sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), mengingat status Sritex sebagai perusahaan terbuka (Tbk).
“Kami selalu terbuka dan transparan dalam pengelolaan keuangan. Setiap penggunaan dana kami dokumentasikan dengan jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” lanjut Iwan.
Selain audit tahunan, Sritex juga menjalankan kontrol internal ketat melalui sistem manajemen risiko untuk meminimalisir potensi penyimpangan, baik secara administrasi maupun pelaksanaan di lapangan.
Komitmen terhadap Tata Kelola yang Baik
Sebagai salah satu pemain besar di industri tekstil nasional, Sritex menyadari pentingnya good corporate governance (GCG) dalam menjaga kepercayaan investor dan mitra bisnis. Klarifikasi ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk tetap menjaga integritas dan reputasi di tengah tekanan pasar dan tantangan ekonomi global.
Perusahaan juga menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan lembaga keuangan, regulator, maupun otoritas hukum jika diperlukan untuk membuktikan kebenaran laporan keuangan mereka.
Konteks Industri: Tekstil Masih Hadapi Tantangan
Industri tekstil nasional saat ini sedang menghadapi tantangan berat, mulai dari fluktuasi harga bahan baku hingga persaingan produk impor. Dalam situasi seperti ini, efisiensi pengelolaan dana menjadi kunci keberlangsungan bisnis.
Sritex sebagai salah satu eksportir tekstil besar Indonesia terus melakukan berbagai strategi efisiensi operasional dan transformasi digital agar tetap kompetitif. Salah satu langkahnya adalah mengakses kredit usaha untuk menopang kegiatan produksi dan rantai pasok internasional.
Penutup
Tudingan bahwa Sritex menyalahgunakan kredit usaha untuk pembelian tanah dibantah keras oleh pihak manajemen. Perusahaan menegaskan bahwa seluruh dana digunakan untuk keperluan bisnis yang sesuai dengan perjanjian kredit. Dengan audit keuangan yang ketat dan transparansi operasional, Sritex berkomitmen menjaga kepercayaan publik dan pemangku kepentingan.












