Letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur kembali berdampak luas terhadap aktivitas penerbangan di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Salah satu yang terkena imbas paling nyata adalah Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Pihak bandara terpaksa membatalkan sejumlah penerbangan karena gangguan debu vulkanik yang mengancam keselamatan penerbangan.
Aktivitas Vulkanik Meningkat
Gunung Lewotobi kembali menunjukkan peningkatan aktivitas sejak awal Juni 2025. Letusan dengan kolom abu mencapai ketinggian lebih dari 5.000 meter teramati pada beberapa waktu, menyebabkan sebaran abu vulkanik menyebar hingga ke ruang udara Bali dan sekitarnya. Berdasarkan laporan PVMBG, status gunung saat ini berada pada Level III (Siaga).
Kondisi angin yang mengarah ke barat daya membuat debu vulkanik bergerak ke arah Bali, menimbulkan potensi bahaya bagi penerbangan. Terutama di jalur yang dilalui rute domestik dan internasional.
Puluhan Penerbangan Dibatalkan
Menurut informasi dari pihak Angkasa Pura I, sebanyak 29 penerbangan dibatalkan, terdiri dari 16 penerbangan domestik dan 13 penerbangan internasional. Mayoritas pembatalan terjadi pada rute menuju dan dari Bali, seperti Jakarta, Surabaya, Singapura, dan Kuala Lumpur.
Pembatalan ini dilakukan sebagai langkah mitigasi keselamatan penerbangan karena abu vulkanik dapat merusak mesin pesawat dan mengganggu sistem navigasi.
Maskapai dan Bandara Siapkan Langkah Antisipatif
Beberapa maskapai seperti Garuda Indonesia, Lion Air, AirAsia, dan Citilink telah memberikan kompensasi serta opsi penjadwalan ulang tiket bagi penumpang terdampak. Penumpang disarankan untuk tidak datang ke bandara sebelum memastikan status penerbangan mereka melalui call center atau aplikasi resmi maskapai.
Pihak Bandara Ngurah Rai juga telah menyiapkan ruang tunggu tambahan dan bantuan layanan pelanggan untuk menampung lonjakan penumpang yang terdampak pembatalan dan penundaan.
Imbauan Pemerintah dan Otoritas Bandara
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah. Masyarakat di sekitar wilayah gunung juga diminta untuk menghindari area radius 5 km dari kawah.
Pihak otoritas bandara bekerja sama dengan BMKG dan PVMBG untuk terus memantau pergerakan abu vulkanik melalui satelit dan radar cuaca guna menentukan kelayakan ruang udara untuk penerbangan.
Dampak Lebih Luas Masih Mungkin Terjadi
Hingga artikel ini ditulis, kondisi aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Jika letusan dan penyebaran abu terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan jumlah penerbangan yang terdampak akan bertambah, bahkan bisa menjalar ke bandara lain di kawasan Indonesia Timur.
Kesimpulan
Letusan Gunung Lewotobi bukan hanya berdampak pada masyarakat sekitar. Tapi juga menimbulkan efek domino terhadap infrastruktur transportasi, termasuk Bandara Ngurah Rai. Masyarakat diharapkan untuk terus memperbarui informasi, menunda perjalanan yang tidak mendesak, dan mengutamakan keselamatan di tengah situasi yang dinamis ini.












